Purbaya Sebut Bank Himbara Alami Kenaikan Likuiditas, "Ketagihan dengan Kucuran Dana yang Diberikan"

9 Просмотры
Издатель
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebut penempatan dana kas negara sebesar Rp 200 triliun dari pemerintah tepat.

Ke lima bank himpunan bank milik negara (Himbara) sangat diminati bahkan ada bank himbara yang minta penambahan dana.

Rinciannya Bank BRI senilai Rp 55 triliun, Bank Mandiri Rp 55 triliun, Bank BNI senilai Rp 55 triliun, Bank BTN Rp 25 triliun dan BSI sebesar Rp 10 triliun.

"Udah bagus. Bank-bank udah pada ngebut lah. Saya pikir ada beberapa yang minta tambahan lagi. Jadi mereka mampu menyalurkan," kata Menkeu Purbaya di Kantor Bea Cukai Jakarta Timur, Senin (13/10/2025).

Purbaya menyebut penempatan dana itu akan mendorong likuiditas dari masing-masing bank tersebut, sekaligus meningkatkan pertumbuhan kredit bank.

"Harusnya mereka untung. Karena pasarnya kapitalnya lebih kecil. Kalau umumnya kreditnya akan lebih besar," tegas Purbaya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke bank himpunan bank milik negara (Himbara) akan mendorong pertumbuhan kredit hingga 10 persen di akhir tahun 2025.

"Kelihatannya simple hanya memindahkan cash, tetapi dampaknya bagi pertumbuhan kredit kita harapkan kalau di Agustus itu masih 7 persen, nah ini kita berharap di akhir tahun ini bisa menuju ke 10 persen," ujar Febrio di Kantor DJP Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu menyatakan, langkah pemindahan dana pemerintah ini memberikan tambahan likuiditas yang signifikan bagi sektor perbankan sekaligus menurunkan biaya dana (cost of fund) yang harus ditanggung bank.

"Realisasinya karena yang terjadi adalah bukan hanya kita tambah, si perbankannya mendapatkan tambahan likuiditas dari perpindahan cash tersebut sebesar Rp 12 triliun tetapi juga ini dana yang lebih murah dibandingkan cost of fund-nya mereka," tuturnya.

Febrio menyebut, bunga yang diberikan atas penempatan dana pemerintah di perbankan sama dengan remunerasi di Bank Indonesia (BI) yakni sebesar 80 persen dari suku bunga kebijakan BI.

"Suku bunga kebijakan terakhir itu jadinya sekitar 3,8 persen, itu tentunya lebih murah dibandingkan cost of fund perbankan yang kita tempatkan cash kita," kata Febrio.

Selain itu, Febrio menyatakan bahwa sejumlah bank besar sudah mencatat penyerapan dana cukup tinggi.

Yakni Bank Mandiri sudah menyerap sebesar 74 persen, BRI sebanyak 62 persen, BNI 50 persen, BTN 19 persen dan BSI 55 persen.

"Jadi ini kita harapkan akan terus berlanjut, karena saya ulang ya, tadi bukan hanya kita pindahkan cash-nya, tetapi bunganya lebih murah, sehingga mereka tentu akan memprioritaskan menggunakan uang ini untuk disalurkan ke sektor real," tegas Febrio.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menkeu Purbaya Sebut Bank Himbara Ketagihan Kucuran Dana Pemerintah, https://www.tribunnews.com/bisnis/7741098/menkeu-purbaya-sebut-bank-himbara-ketagihan-kucuran-dana-pemerintah.
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Seno Tri Sulistiyono

Program: Tribunnews Update
Editor Video: Nur Rohman Urip
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Категория
Кредит наличными
Комментариев нет.